Senin, 22 Februari 2016

Perbedaan mesin SOHC dan DOHC

Di lihat dari segi kata SOHC dan DOHC ini adalah sebuah singkatan, SOHC artinya Single Over Head Camshaft dan DOHC artinya Double Over Head Camshaft. Dari singkatan tadi bisa disimpulkan  perbedaan DOHC dan SOHC hanya ada di kata Double dan Single, sedangkan persamaan katanya sama – sama menggunakan kata Over Head Camshaft. Lalu apa yang dimaksud denganOver Head Camshaft?
Sebelum kita membahas lebih lanjut tidak ada salahnya kita melihat dulu cara kerja mesin 4 tak motor disini.
mesin 4 langkah

Tapi kalau Kalau MB artikan sih mungkin maksud “Over Head Camshaft” ini artinya Camshaft atau noken as yang ada di sekitar Head Cylinder, untuk penampakannya coba lihat gambar dibawah :
sohc
SOHC
Gambar di atas adalah contoh mesin SOHC yang hanya mempunyai satu buah Camshaft.Camshaft yang berfungsi untuk mengatur buka tutupnya katup ini akan berputar mengikuti putaran mesin.
Lalu bagaimana bentuk Camshaft mesin DOHC?
DOHC engine
DOHC
Seperti yang terlihat di gambar atas mesin DOHC mempunyai dua buah Camshaft di kepala silindernya. Untuk melihat bagaimana Camshaft mengatur timing katup – katup terbuka atau tertutup baik untuk mesin SOHC atau DOHC coba lirik gambar bergerak dibawah ini :
sohc-fast
SOHC
cara-kerja-mesin-4-tak dohc fast
DOHC


Dalam perkembangannya mesin DOHC ini ditempatkan 4 buah katup, diberi 4 katup maksudnya agar masuknya bahan bakar ke silinder lebih besar dan pembuangan sisa pembakaran juga lebih lancar. Contohnya seperti mesin Suzuki Satria/Raider 150cc :
FU150-Engine

Namun bukanlah hal yang mustahil mesin SOHC yang hanya menggunakan satu Camshaft bisa juga ditempatkan 4 buah katup, contohnya mesin Yamaha R15 atau Vixion :
engine r15 valve

Dari penjelasan dan gambar – gambar di atas bisa disimpulkan mesin yang menggunakan baik dua atau satu Camshaft pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatur buka tutupnya katup – katup. Walaupun begitu ada kelebihan dan kekurangan baik dari mesin SOHC maupun DOHC.
Kelebihan mesin SOHC beban putaran mesinnya lebih ringan karena hanya menggunakan satu Camshaft namun kekurangannya mesin biasanya lebih berisik karena harus menggunakan dua buah rocker arm, sedangkan kekurangan mesin DOHC putaran mesin lebih berat terutama di RPM bawah karena harus memutar 2 Camshaft dan panjangnya rantai kamrat juga menyebabkan gaya gesek yang semakin besar. Namun kelebihan mesin DOHC ini di rpm tinggi lebih stabil karena klep langsung digerakan oleh Camshaft tanpa rocker arm. Idealnya untuk mendapatkan power maksimal baik mesin SOHC dan DOHC ini harus disesuaikan juga dengan besarnya klep, besarnya sudut klep, diameter silinder dan panjangnya langkah piston (overbore/overstroke), CMIIW.

Cara kerja rem angin (full air brake)

Minggu, 12 Agustus 2012

Full Air Brake

Full Air Brake adalah sebuah sistem rem yang menggunakan udara bertekanan untuk menghasilkan gaya pengereman. Udara bertekanan itu di hasilkan oleh kompresor yang berputar mengikuti putaran mesin yang kemudian ( udara ) akan di kumpulkan di dalam tangki udara.  Udara yang akan di gunakan untuk daya pengereman ini di hubungkan oleh Brake Valve dan Relay Vlave. Brake Valve berfungsi sebagai kontrol pengiriman udara bertekanan ke Brake Chamber sesuai dengan sudut injakan dari pedal rem. Sedangkan Relay Valve berfungsi sebagai pengatur tekanan udara dari Air Reservoir sehingga menghasilkan tekanan udara yang cukup untuk memberikan tekanan pengereman yang selanjutnya di teruskan ke Brake Chamber dan Spring Chamber.

Pada brake Chamber terdapat dua bagian yaitu katup atas ( Upper Valve ) untuk rem belakang dan katup bawah ( Lower Valve ) untuk rem depan. Hal ini memungkinkan pengereman terjadi pada roda belakang terlebih dahulu sebelum roda depan. Sangat berguna sekali saat truk atau bus membawa muatan sehingga pengereman dapat dilakukan secara maksimal. Saat pedal rem di injak udara melewati Upper Valve menuju Relay Valve rem belakang sebagai signal udara. Beberapa saat kemudian udara menekan Lower Valve untuk membuka katup sehingga udara mengalir ke Quick Release Valve pada rem bagian depan. Quick Release Valve biasa di gunakan pada kendaraan yang memiliki tiga sumbu roda yang terpasang dekat dengan Brake Chamber dan berfungsi untuk membuang udara bertekanan agar tidak terjadi tekanan yang berlebihan. Full Air Brake sangat cocok di gunakan untuk kendaraan bermuatan berat.




Cara kerja Full Air Brake :
Saat pedal rem di injak Upper Valve pada Brake Valve terbuka dan mengirimkan udara menuju ke Front Relay Valve. Udara mendorong diafragma dan membuka Inlet Valve yang ada di Relay Valve sehingga udara bertekanan dari tangki udara masuk ke Brake Chamber dan mendorong Cam dan membuat  Brake Lining ( Kanvas Rem ) bergesekan dengan tromol serta menghasilkan gaya pengereman.
Ketika pedal rem di lepas kedua brake valve tertutup sehingga aliran udara yang menuju ke relay valve berhenti dan sisa udara yang ada akan di keluarkan melalui bagian bawah brake valve sedangkan sisa udara yang berada di Brake Chamber akan di keluarkan melalui Relay Valve sehingga Cam dan brake lining kembali ke posisi semula 

Cara kerja Turbocharge pada mesin diesel

Pada kondisi normal motor bakar torak, udara masuk ke dalam ruang bakar adalah akibat dari gerakan hisap dari torak. Gerakan hisap torak akan menciptakan tekanan negatif di dalam ruang bakar, yang jika diikuti dengan terbukanya katupmanifold, maka udara dalam jumlah tertentu akan masuk ke dalam ruang bakar karena tekanan udara masuk (atmosfer) lebih besar daripada tekanan di dalam ruang bakar. Dan karena putaran siklus motor bakar bekerja dengan sangat cepat, maka udara yang masuk ke ruang bakar pada saat siklus hisap berjumlah relatif sedikit. Jumlah udara yang relatif sedikit ini akan diikuti pula dengan sedikitnya jumlah bahan bakar yang masuk sesuai dengansetting sistem pencampuran bahan bakar di ruang bakar (karburator maupun injeksi). Dengan kondisi ini, daya mesin yang dihasilkanpun relatif rendah pula.
Penggunaan turbocharger akan meningkatkan daya keluaran motor bakar. Karena kompresor dari turbo akan meningkatkan tekanan dan kuantitas udara yang masuk ke ruang bakar pada saat siklus hisap. Secara otomatis, kuantitas campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar pada satu siklus motor akan lebih banyak. Kuantitas campuran bahan bakar dan udara yang lebih banyak inilah yang menghasilkan daya total siklus menjadi lebih besar daripada mesin konvensional yang tidak menggunakan turbo.
20140517-041026 PM.jpg
(a) Mesin BMW N26 dengan turbocharge
(b) Mesin BMW M54 tanpa turbocharge
Pembangkitan daya yang relatif lebih besar ini, memungkinkan para produsen kendaraan bermotor untuk mendesain mesin dengan kapasitas ruang bakar kecil, namun menghasilkan daya total yang sama dengan mesin berkapasitas besar. Sebagai salah satu contoh, sejak tahun 2012 produsen mobil BMW membuat mesin N26 berkapasitas 1.997cc yang dilengkapi dengan turbocharge. Mesin ini mampu menghasilkan 241 tenaga kuda pada putaran mesin 6500rpm. Angka tersebut cukup jauh jika dibandingkan dengan mesin BMW M54 (tahun 2000-2006) berkapasitas 2.494cc yang hanya menghasilkan daya 181 tenaga kuda pada putaran 6000rpm.
Turbocharge tersusun atas berbagai komponen. Komponen-komponen tersebut termasuk turbin, kompresor, shaft, dancasing sebagai komponen utamanya. Penggunaan turbo juga didukung oleh berbagai komponen pendukung seperti pendingin udara, sistem ECU (Electric Control Unit), distribusi oli pelumas, dan lain sebagainya. Pada artikel selanjutnya kita akan membahas berbagai komponen penyusun sistem turbocharge.

Minggu, 21 Februari 2016